Produk hasil karya para narapinada Indonesia telah berhasil menembus pasar ekspor. Tak tanggung-tanggung, produk-produk tersebut masuk ke pasar di Eropa.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan pelatihan terhadap para narapidana. Pelatihan ini dilakukan agar para narapidana tersebut mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai jual tinggi.

"Jadi yang didukung itu kan sebetulnya bisa disebut program graduasi agar para masyarakat yang dibina begitu keluar dari lapas bisa mempunyai jiwa wirausaha, punya kompetensi dan kemampuan untuk melanjutkan karir mandiri. Dan itu ada beberapa yang sudah jadi desainer, pengrajin, mempekerjakan tenaga kerja yang cukup bahkan produknya sudah ada yang bisa di ekspor," ujar dia di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Produk-produk hasil produksi narapidana ini diekspor ke sejumlah, seperti Jepang, Korea Selatan hingga ke negara-negara di Eropa. Produk-produk tersebut khususnya berbentuk barang kerajinan seperti mebel dan lain-lain.

"Ada yang masih di penjara itu sudah ada yang bisa diekspor. Di situ ada sarung tangan, barang kerajinan. (Negara tujuan?) Macam-macam," kata dia.

Airlangga menyatakan, dirinya berharap melalui pelatihan dan pembinaan yang dilakukan pemerintah dapat membuat para narapidana memiliki pekerjaan setelah keluar dari lapas dan diterima secara kembali di tengah masyarakat.

"Tentu akan meningkatkan kepercayaan diri. Tentu dia mempunyai kepercayaan diri setelah dia bergaul dengan masyarakat akan menjadi baik," tandas dia.

Saat Coretan Angka Buatan JK Berubah Jadi Lukisan Indah

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) membuka pameran Produk Unggulan Narapidana (PUN) tahun 2019 berlokasi di Kementerian Perindustrian, Jakarta, pada Selasa (26/3/2019). Turut mendampingi Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto serta Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.
 
Ada hal menarik pada acara ini, sesaat sebelum pembukaan, JK diberi kesempatan untuk menorehkan goresan kuas di atas kanvas putih. Dalam kanvas tersebut, JK menggambar angka 1 dengan nuansa kuning emas.
Menperin Airlangga mengatakan hal itu merupakan spontanitas dan tidak berkaitan dengan kampanye.
 
"Spontanitas saja. Jadi beliau (JK) spontanitas saja jadi kami juga kaget beliau tulis angka 1 dengan nuansa kuning," kata dia di kantornya, Selasa (26/3/2019). Dia mengungkapkan, coretan JK tersebut, diteruskan oleh narapidana atau Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) menjadi sebuah lukisan. "Simbol saja, diteruskan oleh pelukis - pelukis lain. Itu bisa dibikin lukisan," jelas dia.
 
Setelah ditelusuri, coretan angka 1 tersebut berubah menjadi sebuah lukisan kapal, laut dan sebuah wajah perempuan.
 
 
 
 

0 commento(i)